Banyak pekerja Indonesia berangkat ke Jepang dengan satu pertanyaan yang jarang berani ditanyakan saat wawancara: "Nanti saya bisa sholat atau tidak?" Pertanyaan itu wajar, dan jawabannya hampir selalu bukan "boleh" atau "tidak boleh", melainkan "tergantung bagaimana Anda membicarakannya". Jepang tidak punya undang-undang khusus soal ibadah di tempat kerja, tetapi punya aturan yang jelas soal waktu istirahat, hari libur, cuti, larangan perlakuan diskriminatif, dan keselamatan kerja — dan dari aturan-aturan itulah ruang untuk sholat dan puasa biasanya terbentuk. Artikel ini membahas sisi hukum kerja dan kebiasaan tempat kerja Jepang, bukan tafsir kewajiban agama. Soal tata cara ibadah, rujukan Anda tetap pada ulama atau lembaga agama yang Anda percaya.
Apa yang diatur hukum Jepang, dan apa yang tidak
Mari kita mulai dari yang paling penting supaya harapan Anda realistis. Di Jepang tidak ada undang-undang yang mewajibkan perusahaan menyediakan ruang sholat, memberi jeda tambahan di luar waktu istirahat resmi, atau meliburkan pekerja pada hari Jumat dan hari raya. Tidak ada juga undang-undang yang melarangnya. Hukum mengatur kerangka dasarnya: berapa lama istirahat minimum, bagaimana istirahat itu boleh dipakai, dan berapa minimal hari libur dalam seminggu. Satu perlindungan penting tetap ada, yaitu Pasal 3 Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan, yang melarang pemberi kerja memperlakukan pekerja secara diskriminatif dalam hal upah, jam kerja, dan kondisi kerja lainnya karena kebangsaan, keyakinan — termasuk keyakinan agama — atau status sosial. Artinya, tidak tersedianya ruang sholat bukanlah pelanggaran hukum, tetapi memotong upah, menurunkan penempatan tugas, atau memperburuk kondisi kerja Anda semata-mata karena agama Anda adalah pelanggaran yang dapat dilaporkan ke Kantor Pengawas Standar Ketenagakerjaan.
Sisanya ditentukan oleh dua hal: peraturan internal perusahaan yang disebut shuugyou kisoku — wajib dibuat dan didaftarkan oleh perusahaan yang mempekerjakan sepuluh orang atau lebih secara tetap, dan wajib diberitahukan isinya kepada pekerja — serta kesepakatan sehari-hari antara Anda dan atasan langsung. Artinya, sholat di tempat kerja Jepang lebih sering menjadi urusan komunikasi daripada urusan hukum.
Ada satu dokumen yang bisa Anda jadikan sandaran halus. Kementerian Kesehatan, Perburuhan, dan Kesejahteraan Jepang mengeluarkan pedoman bagi pemberi kerja yang mempekerjakan warga negara asing. Isinya antara lain: pemberi kerja diharapkan berupaya agar pekerja Jepang dan pekerja asing dapat bekerja bersama sambil memahami keragaman budaya dan kebiasaan, serta menyediakan tempat menerima konsultasi dan keluhan pekerja asing. Ini pedoman, bukan hak yang bisa Anda tuntut di pengadilan, tetapi cukup untuk membuka percakapan dengan bagian personalia.
Dari sisi Indonesia, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Pasal 6 ayat (1) huruf e menyebut hak setiap Pekerja Migran Indonesia untuk menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan keyakinan yang dianut. Perlu dipahami, undang-undang ini mengikat sistem penempatan Indonesia, bukan langsung mengikat perusahaan Jepang. Pasal 6 ayat (2) huruf b pada undang-undang yang sama juga menegaskan kewajiban menghormati adat-istiadat atau kebiasaan yang berlaku di negara tujuan penempatan. Dua sisi ini sebaiknya Anda pegang bersamaan.
Waktu istirahat: dasar hukum yang paling berguna bagi Anda
Pasal 34 Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan Jepang mengatur istirahat, atau kyuukei, dengan tiga prinsip. Pertama, lama minimumnya: 45 menit bila jam kerja melebihi 6 jam, dan 60 menit bila melebihi 8 jam. Kedua, istirahat harus diberikan di tengah jam kerja, bukan digeser ke awal atau akhir. Ketiga — dan ini bagian yang paling penting untuk Anda — pekerja harus dibebaskan menggunakan waktu istirahat itu sesuka hatinya.
| Jam kerja dalam satu hari | Istirahat minimum menurut Pasal 34 | Catatan praktis |
|---|---|---|
| 6 jam atau kurang | Tidak wajib ada istirahat | Shift pendek bisa berjalan tanpa istirahat resmi. Jeda apa pun murni kebijakan perusahaan |
| Lebih dari 6 jam | Minimal 45 menit | Umumnya diberikan sekaligus pada jam makan siang |
| Lebih dari 8 jam | Minimal 60 menit | Bila lembur membuat total melebihi 8 jam, istirahat wajib naik menjadi 60 menit |
| Semua kasus | Diberikan di tengah jam kerja dan bebas digunakan | Boleh dipakai untuk apa saja, selama tidak melanggar aturan keselamatan dan area terlarang |
Prinsip "bebas digunakan" inilah yang membuat sholat pada jam istirahat umumnya tidak bermasalah secara hukum. Anda tidak sedang meminta keistimewaan; Anda sedang memakai waktu yang memang milik Anda. Yang berbeda adalah permintaan jeda tambahan di luar waktu istirahat resmi — itu bukan hak, melainkan sesuatu yang harus disepakati, biasanya dengan kompensasi seperti memperpanjang jam kerja beberapa menit atau memotong jatah istirahat siang.
Perlu diketahui juga bahwa Pasal 34 ayat (2) mewajibkan istirahat diberikan serentak kepada semua pekerja, kecuali ada perjanjian tertulis dengan wakil pekerja. Namun kewajiban serentak ini sama sekali tidak berlaku pada sejumlah sektor — antara lain perdagangan dan ritel, transportasi, keuangan dan periklanan, film dan pertunjukan, telekomunikasi, kesehatan dan perawatan (termasuk kaigo), serta layanan pelanggan dan hiburan seperti restoran dan hotel — berdasarkan Pasal 31 Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan. Jadi bila Anda bekerja di sektor-sektor tersebut, meminta jam istirahat yang berbeda dari rekan kerja murni soal pengaturan shift, bukan soal perjanjian formal. Di sektor lain, seperti pabrik dan konstruksi, permintaan itu memang harus diurus lebih dulu oleh perusahaan, sehingga penolakan yang Anda dengar sering kali bukan penolakan pribadi terhadap Anda.
Untuk Pekerja Asing yang Ingin Membangun Karier di Jepang
Layanan TreeGlobalPartners sepenuhnya gratis untuk pekerja asing — tidak ada biaya apapun, tidak ada biaya tersembunyi. Kami mendukung pergantian pekerjaan atau pekerjaan baru yang sesuai di Jepang dengan pemberi kerja terverifikasi. Aplikasi visa, perubahan status, dan prosedur dukungan terdaftar ditangani melalui perusahaan afiliasi grup Tree Administrative Scrivener Corporation, memberikan Anda layanan satu pintu yang sebenarnya.
Konsultasi dengan TreeGlobalPartners →Cara menanyakan tempat sholat tanpa membuat suasana kaku
Salah satu cara bertanya yang jarang berhasil adalah menanyakan hal ini di hari pertama kerja, di depan banyak orang, dengan kalimat terbuka seperti "apakah di sini ada mushola?" Di tempat kerja Jepang, pertanyaan yang tidak menyebut kebutuhan konkret cenderung dijawab dengan "akan kami pertimbangkan", dan berhenti di situ.
Cara yang lebih efektif adalah menyebut tiga hal sekaligus: berapa lama waktu yang Anda butuhkan, kapan kira-kira waktunya, dan tempat seperti apa yang sudah cukup. Sholat memerlukan waktu beberapa menit saja, dan yang dibutuhkan hanyalah ruang bersih yang tidak dilewati orang. Ruang istirahat yang sedang kosong, sudut gudang, ruang rapat kecil, atau ruang ganti sering kali sudah memadai. Semakin kecil dan konkret permintaan Anda, semakin besar kemungkinan disetujui.
Ajukan pertanyaan kepada orang yang tepat. Untuk urusan tempat dan jadwal, atasan langsung atau pemimpin shift biasanya lebih cepat memutuskan daripada bagian personalia. Untuk urusan yang menyangkut aturan tertulis, seperti pemakaian ruangan tertentu atau penyesuaian jam istirahat, barulah bagian personalia yang berwenang. Bila Anda bekerja dengan status Tokutei Ginou nomor satu, perusahaan penerima atau organisasi pendukung terdaftar memiliki kewajiban memberikan dukungan termasuk menerima konsultasi dan keluhan dalam bahasa yang Anda pahami — gunakan jalur itu bila percakapan langsung terasa sulit.
Satu hal yang sebaiknya Anda hindari: mengambil waktu sholat diam-diam tanpa memberitahu siapa pun. Di lini produksi atau tempat kerja yang memakai sistem giliran, seseorang yang hilang beberapa menit tanpa penjelasan akan dianggap masalah keselamatan, bukan masalah agama. Memberitahu lebih dahulu justru membuat posisi Anda jauh lebih aman.
Ramadan: bicarakan shift sebelum bulannya datang
Perbedaan antara Ramadan yang berat dan Ramadan yang lancar di Jepang biasanya ditentukan sebulan sebelumnya, bukan pada hari pertama puasa. Jadwal shift di banyak perusahaan Jepang disusun beberapa minggu di muka, dan begitu tercetak, mengubahnya jauh lebih sulit.
Karena itu, sampaikan lebih awal bahwa selama sekitar satu bulan Anda akan berpuasa, sebutkan tanggal perkiraan mulai dan berakhirnya, lalu ajukan penyesuaian yang spesifik. Permintaan yang realistis misalnya: dihindarkan dari shift malam berturut-turut yang membuat waktu tidur hancur, ditempatkan pada pekerjaan yang beban fisiknya lebih ringan pada jam-jam sore, atau menggeser waktu istirahat mendekati waktu berbuka. Sebaliknya, permintaan mengurangi jam kerja secara umum biasanya sulit diterima karena langsung berkaitan dengan upah dan susunan tim.
Perlu diingat, upah dihitung dari jam kerja nyata. Bila Anda meminta pulang lebih awal atau mengambil jeda tambahan, wajar bila waktu itu tidak dibayar, kecuali perusahaan mengizinkan Anda menggantinya di jam lain. Ini bukan diskriminasi — pekerja Jepang pun diperlakukan sama untuk urusan yang bersifat pribadi.
Soal makan sahur dan berbuka, hampir semua penyesuaian ada di tangan Anda sendiri: waktu tidur, belanja mingguan, dan penggunaan dapur bersama di asrama. Bila Anda tinggal di asrama perusahaan dan berencana memasak dini hari, beritahukan lebih dulu kepada penanggung jawab asrama. Suara di dapur pada pukul tiga pagi mudah menimbulkan keluhan antarpenghuni, dan hal itu sangat mudah dicegah dengan satu kalimat pemberitahuan.
Puasa dan keselamatan kerja: bagian yang tidak boleh diremehkan
Tidak ada aturan di Jepang yang melarang pekerja berpuasa. Namun ada aturan yang mengikat perusahaan soal panas, dan aturan itu berlaku untuk Anda juga. Sejak 1 Juni 2025, Peraturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Jepang mewajibkan pemberi kerja menyiapkan sistem pelaporan dan prosedur penanganan untuk pekerjaan yang berisiko menimbulkan nechuushou, yaitu gangguan akibat panas.
Cakupannya cukup luas. Yang dimaksud tempat bersuhu panas adalah lokasi dengan indeks WBGT 28 derajat atau lebih, atau suhu udara 31 derajat atau lebih. Pekerjaan yang masuk kategori berisiko adalah yang diperkirakan berlangsung terus-menerus selama satu jam atau lebih, atau lebih dari empat jam dalam sehari. Definisi ini mencakup pekerjaan di luar ruangan maupun di dalam gedung, termasuk saat perjalanan antar lokasi kerja. Perusahaan wajib menetapkan kepada siapa Anda melapor bila merasakan gejala atau melihat rekan yang tampak terkena gangguan panas, serta menyiapkan prosedur menghentikan pekerjaan, mendinginkan tubuh, dan membawa ke fasilitas medis bila perlu. Semua itu wajib diberitahukan kepada pekerja.
Angka yang melatarbelakangi aturan ini serius. Pada 2024, korban kecelakaan kerja akibat gangguan panas — meninggal dunia atau tidak dapat bekerja empat hari atau lebih — tercatat 1.195 orang, tertinggi sejak pencatatan dimulai. Di dalam angka itu, jumlah korban meninggal berada di atas 30 orang selama tiga tahun berturut-turut, atau sekitar 4% dari seluruh korban meninggal akibat kecelakaan kerja di Jepang.
Kesimpulan praktisnya sederhana. Pertama, cari tahu sejak awal ke siapa Anda harus melapor bila merasa tidak enak badan — informasi ini biasanya ditempel di area kerja. Kedua, jangan menahan gejala karena malu atau takut dianggap lemah; menghentikan pekerjaan sebentar adalah prosedur resmi, bukan pelanggaran. Ketiga, bila pekerjaan Anda melibatkan mesin bergerak, kendaraan, ketinggian, atau benda panas, beritahukan kepada atasan bahwa Anda sedang berpuasa, agar penempatan tugas pada jam-jam rawan bisa disesuaikan. Keputusan tentang berpuasa atau tidak dalam kondisi tertentu adalah urusan Anda dan rujukan agama Anda; yang menjadi urusan tempat kerja adalah memastikan orang di sekitar Anda tahu kondisi Anda.
Untuk Pekerja Asing yang Ingin Membangun Karier di Jepang
Layanan TreeGlobalPartners sepenuhnya gratis untuk pekerja asing — tidak ada biaya apapun, tidak ada biaya tersembunyi. Kami mendukung pergantian pekerjaan atau pekerjaan baru yang sesuai di Jepang dengan pemberi kerja terverifikasi. Aplikasi visa, perubahan status, dan prosedur dukungan terdaftar ditangani melalui perusahaan afiliasi grup Tree Administrative Scrivener Corporation, memberikan Anda layanan satu pintu yang sebenarnya.
Konsultasi dengan TreeGlobalPartners →Sholat Jumat, Idulfitri, dan cara memakai cuti
Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan Pasal 35 hanya mewajibkan minimal satu hari libur dalam seminggu, atau empat hari libur dalam empat minggu. Undang-undang tidak menentukan hari apa. Jadi libur hari Jumat bukanlah hak, melainkan hasil pengaturan shift.
Ada beberapa jalur yang biasa dipakai. Yang paling umum adalah menukar shift dengan rekan kerja, sesuatu yang lazim dilakukan di banyak tempat kerja Jepang asalkan diajukan jauh hari. Jalur kedua adalah cuti tahunan berbayar atau nenji yuukyuu kyuuka, yang menjadi hak Anda setelah bekerja terus-menerus selama enam bulan sejak tanggal masuk kerja dengan tingkat kehadiran minimal 80% dari seluruh hari kerja. Pada titik itu Anda memperoleh 10 hari kerja cuti, dan jumlahnya bertambah setiap tahun masa kerja (jumlahnya lebih sedikit dan dihitung proporsional bila hari kerja per minggu Anda sedikit). Cuti ini pada dasarnya dapat diambil pada tanggal yang Anda tentukan sendiri. Jalur ketiga, bila perusahaan Anda menerapkannya, adalah cuti tahunan dalam satuan jam: ini hanya bisa dilakukan bila ada perjanjian antara perusahaan dan wakil pekerja, dan dibatasi maksimal lima hari per tahun. Bila tersedia, satuan jam ini sangat cocok untuk kebutuhan yang hanya memakan waktu satu atau dua jam.
Untuk Idulfitri dan Iduladha, tanggalnya dapat diperkirakan jauh hari. Ajukan cuti secepat mungkin, sebutkan bahwa hari itu penting bagi Anda, dan tunjukkan bahwa Anda sudah memikirkan penggantinya di tim. Bila perusahaan sedang berada di puncak musim sibuk, kemungkinan penolakan tetap ada, karena perusahaan memiliki kewenangan terbatas untuk menggeser tanggal cuti dalam keadaan tertentu. Menyiapkan tanggal alternatif sejak awal membuat percakapan jauh lebih mudah.
Satu langkah yang sering terlewat: bahas semua ini sebelum menandatangani kontrak. Rincian jam kerja, waktu istirahat, dan hari libur wajib dicantumkan dalam surat pemberitahuan kondisi kerja atau roudou jouken tsuuchisho. Kementerian Kesehatan, Perburuhan, dan Kesejahteraan Jepang bahkan menerbitkan contoh formulir ini dalam bahasa Indonesia. Bacalah dokumen itu sebelum tanda tangan, bukan sesudahnya.
Kalimat konkret untuk berbicara dengan perusahaan
Berikut susunan permintaan yang biasanya berhasil di tempat kerja Jepang. Intinya selalu sama: sebutkan kebutuhan sekecil mungkin, sebutkan dampaknya terhadap pekerjaan, dan tawarkan solusinya sendiri.
| Situasi | Yang sebaiknya Anda minta | Poin yang membuat permintaan mudah diterima |
|---|---|---|
| Sholat pada jam kerja | Izin memakai sebagian waktu istirahat resmi di ruang yang sedang kosong | Sebutkan bahwa waktunya hanya beberapa menit dan tidak menambah jam istirahat |
| Butuh jeda di luar jam istirahat | Menggeser waktu istirahat, bukan menambahnya | Tawarkan mengganti waktunya di akhir shift atau memotong istirahat siang |
| Selama Ramadan | Dihindarkan dari kombinasi shift yang merusak jam tidur, dan penyesuaian tugas berat pada sore hari | Ajukan sebulan sebelumnya, sebelum jadwal shift dicetak |
| Kerja di tempat panas atau dengan mesin | Konfirmasi jalur pelaporan bila merasa tidak enak badan, dan penyesuaian tugas | Kaitkan dengan prosedur keselamatan perusahaan, bukan dengan permintaan pribadi |
| Hari raya | Cuti tahunan pada tanggal tertentu, dengan tanggal alternatif | Ajukan sedini mungkin dan sebutkan siapa yang bisa menggantikan tugas Anda |
Bila bahasa Jepang Anda masih terbatas, tuliskan permintaan itu dalam bentuk catatan pendek dan minta bantuan penerjemah perusahaan, pendamping dari organisasi pendukung, atau aplikasi penerjemah. Permintaan tertulis punya keunggulan tambahan: isinya tidak berubah saat diteruskan ke atasan yang lebih tinggi.
TreeGlobalPartners Inc. membantu warga negara asing menemukan pekerjaan di Jepang, dan pencari kerja tidak dipungut biaya sepeser pun — layanan bagi Anda sepenuhnya gratis. Bila Anda ingin memastikan kondisi kerja, jam istirahat, dan pola shift sebelum menandatangani kontrak, silakan hubungi kami melalui halaman /id/contact/. Urusan izin tinggal dan dukungan wajib ditangani perusahaan grup kami, Tree Administrative Scrivener Corporation.
Bila permintaan ditolak, atau ada yang terasa tidak beres
Penolakan tidak selalu berarti perusahaan bermasalah. Kadang alasannya nyata: ruangan memang tidak ada, jalur produksi tidak bisa berhenti, atau shift sudah terkunci. Yang perlu Anda bedakan adalah penolakan karena keterbatasan dan perlakuan yang memang tidak wajar, seperti ejekan terus-menerus, ancaman soal perpanjangan kontrak, atau tekanan yang menyangkut status izin tinggal Anda. Untuk perilaku semacam itu, perlu Anda ketahui bahwa setiap perusahaan di Jepang wajib menyiapkan langkah pencegahan power harassment dan menyediakan loket konsultasi internal berdasarkan Pasal 30-2 Undang-Undang Komprehensif Kebijakan Ketenagakerjaan. Jadi meminta penanganan lewat loket internal perusahaan adalah langkah pertama yang sah, bukan permintaan istimewa.
Bila jalur internal tidak berjalan, tersedia dua saluran konsultasi resmi berbahasa Indonesia. Pertama, Layanan Konsultasi bagi Pekerja Asing dari Kementerian Kesehatan, Perburuhan, dan Kesejahteraan Jepang di nomor 0570-001-715, yang melayani bahasa Indonesia hanya pada hari Selasa dan Kamis, pukul 10.00 sampai 15.00 dengan jeda pukul 12.00 sampai 13.00; nomor ini bukan bebas pulsa, sehingga biaya telepon ditanggung penelepon. Kedua, Hotline Konsultasi Kondisi Kerja yang memiliki nomor bebas pulsa khusus bahasa Indonesia, yaitu 0120-613-803, melayani pada hari Kamis pukul 17.00 sampai 22.00 serta hari Minggu pukul 9.00 sampai 21.00. Perlu dicatat, nomor 0120-811-610 yang sering beredar adalah jalur berbahasa Jepang, bukan jalur bahasa Indonesia. Hari dan jam layanan tiap bahasa dapat berubah, jadi periksa halaman resminya lebih dulu.
Ada juga tanda-tanda yang harus membuat Anda waspada sejak sebelum berangkat, dan ini tidak ada hubungannya dengan ibadah. Paspor adalah milik Anda: Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 Pasal 6 ayat (1) huruf j menegaskan hak Pekerja Migran Indonesia menguasai dokumen perjalanannya selama bekerja. Pasal 30 undang-undang yang sama menyatakan Pekerja Migran Indonesia tidak dapat dibebani biaya penempatan, dan Pasal 69 melarang orang perseorangan melaksanakan penempatan — jadi "calo" perorangan tanpa perusahaan berizin adalah tanda bahaya. Untuk status Tokutei Ginou, biaya pelaksanaan dukungan tidak boleh dibebankan kepada pekerja asing, baik secara langsung maupun tidak langsung. Bila ada pihak yang meminta uang jaminan, memungut biaya besar dengan alasan pengurusan, atau menahan paspor Anda, itu bukan kebiasaan yang harus Anda terima, melainkan hal yang perlu Anda laporkan.
Bila Anda ingin berdiskusi lebih dahulu tentang isi kontrak, jam istirahat, atau pola shift sebelum memutuskan menerima tawaran kerja, hubungi TreeGlobalPartners Inc. melalui /id/contact/. Konsultasi bagi pencari kerja sepenuhnya gratis, dan kami tidak pernah memungut biaya apa pun dari Anda.
Untuk Pekerja Asing yang Ingin Membangun Karier di Jepang
Layanan TreeGlobalPartners sepenuhnya gratis untuk pekerja asing — tidak ada biaya apapun, tidak ada biaya tersembunyi. Kami mendukung pergantian pekerjaan atau pekerjaan baru yang sesuai di Jepang dengan pemberi kerja terverifikasi. Aplikasi visa, perubahan status, dan prosedur dukungan terdaftar ditangani melalui perusahaan afiliasi grup Tree Administrative Scrivener Corporation, memberikan Anda layanan satu pintu yang sebenarnya.
Konsultasi dengan TreeGlobalPartners →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah perusahaan Jepang wajib menyediakan ruang sholat?
Tidak. Tidak ada undang-undang Jepang yang mewajibkan penyediaan ruang sholat, dan tidak ada pula yang melarangnya. Dalam praktiknya, banyak perusahaan mengizinkan pemakaian ruang istirahat, ruang rapat kecil, atau sudut gudang yang sedang kosong bila diminta dengan jelas dan spesifik. Sebutkan berapa menit waktu yang Anda butuhkan dan bahwa ruang biasa sudah memadai — permintaan kecil dan konkret jauh lebih mudah disetujui daripada permintaan umum. Yang perlu dibedakan: tidak tersedianya ruang sholat bukan pelanggaran hukum, tetapi memperburuk kondisi kerja Anda semata-mata karena agama Anda melanggar Pasal 3 Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan.
Bolehkah saya sholat pada waktu istirahat?
Secara hukum, waktu istirahat adalah milik Anda. Pasal 34 ayat (3) Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan Jepang mewajibkan pemberi kerja membiarkan pekerja menggunakan waktu istirahatnya secara bebas. Selama Anda tidak melanggar aturan keselamatan atau masuk area terlarang, memakai sebagian waktu istirahat untuk sholat umumnya bukan masalah. Yang berbeda adalah jeda tambahan di luar waktu istirahat resmi — itu perlu disepakati lebih dahulu dengan atasan.
Apakah saya bisa mendapat libur setiap hari Jumat?
Tidak otomatis. Pasal 35 hanya menjamin minimal satu hari libur per minggu atau empat hari dalam empat minggu, tanpa menentukan harinya. Cara yang realistis adalah menukar shift dengan rekan kerja, memakai cuti tahunan berbayar (hak ini muncul setelah enam bulan kerja terus-menerus dengan kehadiran minimal 80%), atau memakai cuti tahunan dalam satuan jam bila perusahaan Anda menerapkannya berdasarkan perjanjian dengan wakil pekerja (maksimal lima hari per tahun). Bicarakan kemungkinan ini sebelum menandatangani kontrak.
Apakah boleh tetap berpuasa saat bekerja di tempat panas atau dengan mesin?
Tidak ada aturan Jepang yang melarang pekerja berpuasa. Namun sejak 1 Juni 2025, perusahaan wajib menyiapkan sistem pelaporan dan prosedur penanganan untuk pekerjaan berisiko gangguan panas, yaitu di tempat dengan WBGT 28 derajat atau suhu 31 derajat ke atas yang berlangsung satu jam terus-menerus atau lebih dari empat jam sehari. Pastikan Anda tahu kepada siapa harus melapor, dan beritahukan kepada atasan bahwa Anda sedang berpuasa agar penempatan tugas dapat disesuaikan.
Perusahaan menolak semua permintaan saya. Ke mana saya bisa mengadu?
Langkah pertama yang sah adalah loket konsultasi internal perusahaan: setiap perusahaan di Jepang wajib menyiapkan langkah pencegahan power harassment dan loket konsultasi berdasarkan Pasal 30-2 Undang-Undang Komprehensif Kebijakan Ketenagakerjaan. Di luar itu, Anda bisa menghubungi layanan konsultasi pekerja asing dari Kementerian Kesehatan, Perburuhan, dan Kesejahteraan Jepang dalam bahasa Indonesia di 0570-001-715, khusus hari Selasa dan Kamis pukul 10.00 sampai 15.00 (jeda 12.00 sampai 13.00; nomor ini bukan bebas pulsa, sehingga biaya telepon ditanggung penelepon). Di luar jam kantor, gunakan jalur bahasa Indonesia dari Hotline Konsultasi Kondisi Kerja, yaitu nomor bebas pulsa 0120-613-803, yang melayani hari Kamis pukul 17.00 sampai 22.00 serta hari Minggu pukul 9.00 sampai 21.00 — perlu dicatat, nomor 0120-811-610 yang sering beredar adalah jalur berbahasa Jepang. Bila Anda berstatus Tokutei Ginou nomor satu, organisasi pendukung terdaftar juga wajib menerima konsultasi dalam bahasa yang Anda pahami.
Ringkasan
Jepang tidak punya undang-undang yang mewajibkan ruang sholat atau jeda ibadah, tetapi Pasal 3 Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan melarang perlakuan diskriminatif karena kebangsaan, keyakinan agama, atau status sosial — selebihnya ditentukan aturan internal perusahaan dan komunikasi Anda dengan atasan.
Pasal 34 Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan menjamin istirahat minimal 45 menit bila kerja lebih dari 6 jam dan 60 menit bila lebih dari 8 jam, serta menegaskan istirahat itu bebas digunakan pekerja.
Kewajiban memberikan istirahat serentak tidak berlaku pada sektor ritel, transportasi, keuangan, telekomunikasi, kesehatan dan perawatan, serta restoran dan hotel — di sektor itu jam istirahat berbeda murni soal pengaturan shift.
Permintaan yang berhasil selalu spesifik: sebutkan berapa menit, kapan, tempat seperti apa, dan tawarkan sendiri cara menggantinya agar pekerjaan tidak terganggu.
Untuk Ramadan, ajukan penyesuaian shift sekitar sebulan sebelumnya, sebelum jadwal dicetak; upah tetap dihitung dari jam kerja nyata.
Sejak Juni 2025 perusahaan wajib menyiapkan jalur pelaporan dan prosedur penanganan gangguan panas pada pekerjaan berisiko — pastikan Anda tahu jalur itu dan jangan menahan gejala.
Libur Jumat dan hari raya diatur lewat tukar shift atau cuti tahunan (hak 10 hari muncul setelah enam bulan kerja dengan kehadiran minimal 80%), bukan lewat hak khusus; bahas sebelum tanda tangan kontrak.
Bila ada perlakuan tidak wajar, mulailah dari loket konsultasi internal yang wajib disediakan perusahaan, lalu gunakan saluran bahasa Indonesia: 0570-001-715 (Selasa dan Kamis, 10.00–15.00) atau nomor bebas pulsa 0120-613-803 (Kamis 17.00–22.00, Minggu dan hari libur 9.00–21.00).
Paspor tetap milik Anda dan biaya penempatan tidak boleh dibebankan kepada Pekerja Migran Indonesia; untuk Tokutei Ginou, biaya dukungan juga dilarang dibebankan kepada pekerja.
Artikel ini disusun berdasarkan peraturan dan informasi resmi yang berlaku pada Agustus 2026 dan bersifat penjelasan umum, bukan nasihat hukum untuk kasus tertentu. Ketentuan ketenagakerjaan Jepang, aturan izin tinggal, serta ketentuan penempatan di Indonesia dapat berubah sewaktu-waktu, dan penerapannya berbeda-beda menurut isi kontrak serta peraturan internal masing-masing perusahaan. Nomor, hari, dan jam layanan konsultasi juga dapat berubah, jadi periksa halaman resminya sebelum menelepon. Artikel ini juga tidak membahas tafsir kewajiban keagamaan — untuk hal tersebut, rujuklah kepada ulama atau lembaga agama yang Anda percaya. Pastikan Anda selalu memeriksa informasi terbaru pada sumber resmi yang tercantum di bawah, atau menanyakannya langsung kepada perusahaan dan lembaga berwenang sebelum mengambil keputusan.
Untuk Pekerja Asing yang Ingin Membangun Karier di Jepang
Layanan TreeGlobalPartners sepenuhnya gratis untuk pekerja asing — tidak ada biaya apapun, tidak ada biaya tersembunyi. Kami mendukung pergantian pekerjaan atau pekerjaan baru yang sesuai di Jepang dengan pemberi kerja terverifikasi. Aplikasi visa, perubahan status, dan prosedur dukungan terdaftar ditangani melalui perusahaan afiliasi grup Tree Administrative Scrivener Corporation, memberikan Anda layanan satu pintu yang sebenarnya.
Konsultasi dengan TreeGlobalPartners →