Sejak 2008, pemerintah Indonesia dan Jepang membuka satu jalur khusus bagi lulusan keperawatan: program Government to Government (G to G) dalam kerangka Indonesia Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA). Lewat jalur ini, Anda bekerja di rumah sakit atau panti lansia di Jepang sambil disiapkan untuk mengambil ujian nasional Jepang — sebagai perawat (kangoshi) atau sebagai careworker (kaigofukushishi).
Program ini sering tertukar dengan Tokutei Ginou bidang kaigo. Keduanya sangat berbeda: syarat masuknya berbeda, lembaga yang mengurusnya berbeda, dan hasil akhirnya juga berbeda. Ada pula perubahan penting yang baru berlaku: protokol perubahan IJEPA mulai berlaku 1 Agustus 2026, dan batas masa tinggal kandidat asal Indonesia diperpanjang menjadi maksimal lima tahun bagi mereka yang masuk Jepang mulai tahun anggaran 2027.
Artikel ini merangkum aturan yang berlaku per Agustus 2026 berdasarkan pengumuman resmi KP2MI, JICWELS, dan Kementerian Kesehatan, Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Jepang (MHLW), supaya Anda bisa menilai sendiri apakah jalur ini cocok — dan supaya Anda tidak jadi sasaran calo.
Apa itu program IJEPA dan siapa yang mengurusnya
IJEPA mulai berlaku pada 1 Juli 2008, dan sejak tahun anggaran 2008 Jepang menerima kandidat perawat serta kandidat careworker dari Indonesia berdasarkan perjanjian itu. Skemanya adalah penempatan antarpemerintah: di sisi Indonesia diurus oleh Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI, sebelumnya BP2MI), dan di sisi Jepang oleh JICWELS (Japan International Corporation of Welfare Services).
Poin yang perlu Anda ingat baik-baik: JICWELS adalah satu-satunya lembaga perantara yang diakui di Jepang untuk program ini. MHLW menyatakan secara tegas bahwa penyalur kerja atau perusahaan pengerah tenaga kerja lain di Jepang tidak boleh memperantarai kandidat EPA. Di sisi Indonesia, pendaftaran hanya lewat akun SISKOP2MI milik Anda sendiri, dan KP2MI menyatakan tidak pernah bekerja sama dengan LPK/LKP mana pun untuk penempatan program ini.
MHLW juga menjelaskan bahwa penerimaan ini bukan program untuk menutup kekurangan tenaga kerja di bidang keperawatan dan kaigo, melainkan bagian dari kerja sama ekonomi kedua negara. Karena itu jumlahnya dibatasi kuota tahunan, dan tujuannya diarahkan pada satu hal: kandidat lulus ujian nasional Jepang.
Ada dua posisi. Kandidat Nurse (kangoshi) bekerja di rumah sakit sebagai asisten perawat selama belum lulus ujian nasional. Kandidat Careworker (kaigofukushishi) bekerja di fasilitas perawatan lansia. Menurut materi resmi JICWELS untuk penerimaan tahun 2026, total kandidat dari tiga negara pengirim sudah mencapai 10.003 orang, dan 4.259 di antaranya berasal dari Indonesia — 768 kandidat perawat dan 3.491 kandidat careworker.
Syarat pendaftaran dari sisi Indonesia
Pendaftaran dibuka KP2MI setiap tahun, umumnya 1 Februari sampai 31 Mei, dan diumumkan di situs resmi KP2MI. Pengumuman Batch XIX (penempatan 2026) memuat persyaratan berikut, yang menjadi acuan tahun-tahun berikutnya. Selalu cocokkan dengan pengumuman batch terbaru, karena rinciannya bisa berubah.
| Hal | Kandidat Nurse (Kangoshi) | Kandidat Careworker (Kaigofukushishi) |
|---|---|---|
| Usia | Maksimal 35 tahun per 31 Mei tahun pendaftaran | Maksimal 35 tahun per 31 Mei tahun pendaftaran |
| Pendidikan | D3/D4 Keperawatan atau S1 Keperawatan + Ners | D3/D4/S1 Keperawatan, atau D3 non-Keperawatan + sertifikat pelatihan careworker |
| STR | Wajib. Pengumuman Batch XIX menyebut STR dari Konsil Tenaga Kesehatan Indonesia (KTKI) Kementerian Kesehatan RI dalam versi bahasa Indonesia dan Inggris; sejak berlakunya UU 17/2023 registrasi tenaga kesehatan dijalankan Konsil Kesehatan Indonesia, jadi ikuti penyebutan pada pengumuman batch terbaru saat mengunggah dokumen | Tidak diminta dalam syarat khusus |
| Pengalaman kerja | Minimal 2 tahun kumulatif sebagai perawat, dihitung sejak tanggal terbit STR | Tidak diminta dalam syarat khusus |
| Bahasa Jepang | Sertifikat N5 setara JLPT (bisa J-Test/NAT-Test) dari LPK/LKP berizin resmi | Sertifikat N5 setara JLPT (bisa J-Test/NAT-Test) dari LPK/LKP berizin resmi |
| Surat pernyataan khusus | Form 5 | Form 6 + pernyataan bersedia ditempatkan sebagai careworker, bermeterai |
Syarat umum untuk kedua posisi antara lain E-KTP, Kartu Pencari Kerja (AK1), ijazah dan transkrip dalam bahasa Indonesia dan Inggris, SKCK yang masih berlaku, surat keterangan sehat, pasfoto, surat izin dari orang tua/wali/suami/istri yang diketahui lurah atau kepala desa, serta surat pernyataan tidak akan mengundurkan diri setelah lulus matching. Paspor boleh menyusul, tetapi wajib dimiliki setelah dinyatakan lolos tahap matching.
Dua catatan yang sering ditanyakan. Pertama, lulusan D3 Kebidanan tidak memenuhi syarat — pendidikan minimal adalah D3 Keperawatan. Kedua, sertifikat dari program SSW/Tokuteiginou tidak bisa dipakai sebagai pengganti sertifikat N5 setara JLPT maupun sebagai pengganti sertifikat pelatihan careworker.
Untuk Pekerja Asing yang Ingin Membangun Karier di Jepang
Layanan TreeGlobalPartners sepenuhnya gratis untuk pekerja asing — tidak ada biaya apapun, tidak ada biaya tersembunyi. Kami mendukung pergantian pekerjaan atau pekerjaan baru yang sesuai di Jepang dengan pemberi kerja terverifikasi. Aplikasi visa, perubahan status, dan prosedur dukungan terdaftar ditangani melalui perusahaan afiliasi grup Tree Administrative Scrivener Corporation, memberikan Anda layanan satu pintu yang sebenarnya.
Konsultasi dengan TreeGlobalPartners →Tahapan seleksi dan pelatihan bahasa Jepang
Menurut FAQ resmi program G to G Jepang, alur seleksinya panjang dan bertahap:
- Registrasi online dan unggah dokumen lewat SISKOP2MI
- Verifikasi dokumen di BP3MI/UPT sesuai lokasi yang Anda pilih
- Tes keperawatan dan psikotes
- Interview aptitude test dan Japanese quiz
- Medical check up dan tes sputum tahap I
- Matching tahap I dan tahap II dengan fasilitas penerima di Jepang
- Pelatihan bahasa Jepang 6 bulan di Indonesia dan penandatanganan kontrak kerja
- Medical check up dan tes sputum tahap II
- Orientasi Pra Pemberangkatan (OPP) selama 3 hari
- Keberangkatan, lalu pelatihan bahasa Jepang 6 bulan di Jepang, dilanjutkan orientasi kerja dan persiapan ujian nasional
Sertifikat N5 diminta saat mendaftar karena selama pelatihan enam bulan di Indonesia Anda harus lulus level N4 dari Japan Foundation. Sisi Jepang menetapkan standar yang sejalan: JICWELS mensyaratkan kemampuan setara N4 saat masuk Jepang dan setara N3 saat mulai bekerja.
Soal pembebasan pelatihan, dua sumber resmi menyebut cakupan yang berbeda dan Anda perlu tahu keduanya. Menurut FAQ KP2MI, pemegang JLPT N4 tidak mengikuti pelatihan bahasa enam bulan di Indonesia dan pemegang N3 tidak mengikuti pelatihan baik di Indonesia maupun di Jepang; keduanya tetap wajib mengikuti OPP tiga hari. Namun materi resmi JICWELS untuk penerimaan tahun anggaran 2026 menyebut pembebasan yang lebih sempit: pemegang N4 atau N3 dibebaskan dari pelatihan bahasa pra-keberangkatan saja, sedangkan pembebasan dari pelatihan pra-keberangkatan sekaligus pelatihan setelah tiba di Jepang berlaku bagi pemegang N2 ke atas. Karena kedua sumber resmi berbeda, pastikan status pembebasan Anda langsung ke KP2MI dan JICWELS sebelum menyusun rencana keberangkatan dan perhitungan penghasilan.
Selama pelatihan bahasa di Indonesia, FAQ KP2MI menyebutkan peserta menerima allowance USD 10 per hari, makan tiga kali sehari, dan tempat tinggal di asrama. Setelah tiba di Jepang, ada pelatihan bahasa dan pelatihan pengantar keperawatan atau kaigo selama enam bulan, ditambah orientasi kerja sekitar sepuluh hari, sebelum Anda benar-benar mulai bekerja di fasilitas penerima.
Sebagai gambaran ritmenya, jadwal JICWELS untuk kandidat asal Indonesia yang tiba pada tahun anggaran 2026: sesi penjelasan bersama dan wawancara JICWELS di Indonesia akhir Agustus 2025, matching awal September sampai pertengahan November 2025, pelatihan bahasa pra-keberangkatan enam bulan mulai akhir November 2025, tiba di Jepang pertengahan Juni 2026, dan mulai bekerja pertengahan Desember 2026. Untuk yang tiba pada tahun anggaran 2027, JICWELS menjadwalkan kedatangan pertengahan Juni 2027 dan mulai bekerja pertengahan Desember 2027. Artinya, dari mendaftar sampai menerima gaji pertama bisa memakan waktu sekitar dua tahun.
Bekerja di Jepang: izin tinggal, upah, dan tempat tinggal
Selama masih berstatus kandidat, izin tinggal Anda adalah Tokutei Katsudo (kegiatan tertentu) — bukan Tokutei Ginou, dan bukan izin tinggal Kaigo. Hubungan Anda dengan rumah sakit atau panti adalah hubungan kerja penuh: MHLW menegaskan bahwa kontraknya adalah kontrak kerja, sehingga undang-undang ketenagakerjaan Jepang serta asuransi sosial dan asuransi ketenagakerjaan Jepang berlaku untuk Anda.
Soal upah, syarat penerimaan mewajibkan fasilitas membayar kandidat setidaknya setara dengan pekerja Jepang pada pekerjaan yang sama. JICWELS menjelaskan pembandingnya: untuk kandidat perawat adalah upah asisten perawat Jepang dengan tugas serupa, dan untuk kandidat careworker adalah upah staf kaigo Jepang yang belum bersertifikat. Kesetaraan upah ini diperiksa saat pendaftaran lowongan, saat kunjungan tahunan JICWELS ke fasilitas, dan lewat laporan berkala.
Fasilitas penerima wajib menyiapkan tempat tinggal dan wajib menjamin kepulangan Anda. Biaya sewa tempat tinggal boleh dibebankan kepada Anda sebatas biaya riil, dan besarannya — termasuk uang jaminan seperti shikikin dan reikin — harus dicantumkan lebih dulu di lembar lowongan. Jadi jangan pernah menandatangani kontrak sebelum angka potongan tempat tinggal itu jelas. Sebaliknya, biaya tiket pulang ditanggung fasilitas, kecuali kontrak berakhir karena kesalahan berat Anda; JICWELS menegaskan bahwa gagal lulus ujian nasional dengan sendirinya tidak dihitung sebagai kesalahan berat.
Selama berstatus kandidat, pada prinsipnya Anda tidak bisa pindah fasilitas kerja dan tidak bisa membawa keluarga. Satu fasilitas umumnya hanya boleh menerima 2 sampai 5 kandidat per negara, sehingga Anda kemungkinan besar datang bersama beberapa rekan senegara.
Ujian nasional dan batas masa tinggal: perubahan penting 2026
Selama ini, kandidat perawat asal Indonesia punya masa tinggal pada prinsipnya tiga tahun dengan ujian nasional keperawatan satu kali per tahun — jadi tiga kali — tetapi mereka yang memenuhi kondisi tertentu dapat memperoleh perpanjangan khusus satu tahun di luar kerangka perjanjian, sehingga tinggal sampai empat tahun dan mengikuti ujian untuk keempat kalinya. Kandidat careworker punya masa tinggal pada prinsipnya empat tahun dan baru mengikuti ujian nasional pada tahun keempat — sebab ujian kaigofukushishi mensyaratkan pengalaman kerja tiga tahun lebih dulu — lalu dengan perpanjangan khusus satu tahun dapat tinggal sampai lima tahun dan mengikuti ujian untuk kedua kalinya pada tahun kelima.
Yang berubah: protokol perubahan IJEPA disetujui parlemen Jepang pada 2025, pertukaran nota kedua pemerintah dilakukan 26 Juni 2026, dan protokol itu resmi berlaku pada 1 Agustus 2026. Dengan perubahan ini, masa tinggal kandidat perawat maupun kandidat careworker asal Indonesia menjadi maksimal lima tahun. JICWELS menyatakan ketentuan lima tahun ini berlaku bagi kandidat Indonesia yang masuk Jepang mulai tahun anggaran 2027.
Bagi yang sudah berada di Jepang ada jalur terpisah: lewat keputusan kabinet Februari 2026, kandidat perawat asal Indonesia yang masuk pada tahun anggaran 2022 dan 2023 (angkatan ke-15 dan ke-16) dapat memperoleh satu kali tambahan perpanjangan satu tahun di luar perpanjangan khusus biasa — total dua kali perpanjangan — sehingga masa tinggalnya juga bisa mencapai lima tahun. Untuk kandidat perawat yang masuk pada tahun anggaran 2024, 2025, dan 2026 (angkatan ke-17, ke-18, dan ke-19), JICWELS menyatakan pemerintah Jepang berencana mempertimbangkan keputusan kabinet serupa. Kandidat careworker yang sudah masuk tidak terpengaruh, karena masa tinggalnya memang sudah bisa mencapai lima tahun. Perubahan ini hanya menyangkut kandidat Indonesia; kandidat dari Filipina dan Vietnam tidak terpengaruh.
Untuk kandidat careworker, secara praktik ini bukan lompatan besar, karena perpanjangan khusus di luar kerangka perjanjian sudah memungkinkan tinggal sampai lima tahun. Untuk kandidat perawat, tambahan waktu itu berarti kesempatan belajar dan mencoba ujian yang lebih panjang. Karena teknis perpanjangan khusus diputuskan lewat keputusan kabinet setiap bulan Februari, jumlah persis kesempatan ujian pada skema lima tahun sebaiknya Anda konfirmasi ke JICWELS atau ke fasilitas penerima.
Selama masa itu, ada keringanan resmi dalam ujian nasional bagi kandidat EPA: seluruh kanji diberi furigana, nama penyakit diberi padanan bahasa Inggris, ungkapan sulit disederhanakan, dan waktu ujian diperpanjang — 1,3 kali untuk ujian keperawatan dan 1,5 kali untuk ujian kaigofukushishi. Fasilitas penerima juga wajib menyusun rencana pelatihan yang memperhitungkan persiapan ujian, dan JICWELS menyediakan bimbingan belajar, tryout, serta terjemahan soal ujian tahun-tahun sebelumnya.
Jika Anda lulus, Anda bisa terus bekerja di Jepang sebagai perawat atau kaigofukushishi tanpa batas jumlah perpanjangan izin tinggal, boleh pindah tempat kerja, dan boleh membawa suami/istri serta anak. Jika tidak lulus sampai batas waktu, Anda pulang ke Indonesia — namun masih bisa kembali dengan izin tinggal kunjungan singkat khusus untuk mengikuti ujian lagi, dan ada program dukungan re-challenge dari JICWELS.
Untuk Pekerja Asing yang Ingin Membangun Karier di Jepang
Layanan TreeGlobalPartners sepenuhnya gratis untuk pekerja asing — tidak ada biaya apapun, tidak ada biaya tersembunyi. Kami mendukung pergantian pekerjaan atau pekerjaan baru yang sesuai di Jepang dengan pemberi kerja terverifikasi. Aplikasi visa, perubahan status, dan prosedur dukungan terdaftar ditangani melalui perusahaan afiliasi grup Tree Administrative Scrivener Corporation, memberikan Anda layanan satu pintu yang sebenarnya.
Konsultasi dengan TreeGlobalPartners →Peluang lulus: lihat angka resminya
Jalur ini menjanjikan, tetapi berat. Menilai peluang dengan angka resmi jauh lebih sehat daripada percaya cerita sukses di media sosial.
Untuk kandidat careworker dari tiga negara, data kumulatif JICWELS menunjukkan bahwa dari mereka yang bertahan sampai memenuhi syarat ujian, tingkat kelulusan berkisar sekitar 69 sampai 76 persen (misalnya 68,9 persen untuk angkatan masuk 2016 dan 75,5 persen untuk angkatan masuk 2019). Untuk kandidat perawat, angkanya jauh lebih rendah: sekitar 56,5 persen untuk angkatan masuk 2017 dan sekitar 41,8 persen untuk angkatan masuk 2020, dihitung kumulatif termasuk kelulusan lewat program re-challenge.
Pola per percobaan juga penting dipahami. Pada data JICWELS, peserta ujian keperawatan yang baru pertama kali mencoba hanya lulus di kisaran tiga persen, percobaan kedua di kisaran dua puluh persen, dan baru pada percobaan ketiga ke atas naik ke kisaran 40 sampai 50 persen. Artinya, hampir tidak ada yang lulus di tahun pertama — Anda perlu menyiapkan mental untuk belajar bertahun-tahun sambil bekerja.
Peluang untuk berangkat sendiri juga terbatas oleh kuota. Untuk penerimaan tahun anggaran 2023 sampai 2025, batas maksimal per negara per tahun adalah 300 orang untuk kandidat careworker dan 200 orang untuk kandidat perawat. Khusus careworker, JICWELS mencatat bahwa kandidat yang dibebaskan dari pelatihan bahasa pra-keberangkatan dan pelatihan setelah tiba dihitung di luar kuota 300 orang tersebut. Pada praktiknya, kandidat careworker Indonesia yang berhasil matching berada tepat di angka sekitar 300 orang per tahun, dari 370 sampai 432 orang yang sampai ke tahap matching. Jalur perawat jauh lebih sempit: kandidat perawat Indonesia yang berhasil matching hanya 17 orang (2023), 15 orang (2024), dan 18 orang (2025).
Bedanya dengan Tokutei Ginou bidang kaigo
Banyak pelamar mengira IJEPA dan Tokutei Ginou (Specified Skilled Worker) bidang kaigo adalah pintu yang sama. Bukan. Perbedaannya menentukan siapa yang boleh mengurus Anda, berapa lama Anda bisa tinggal, dan apa yang terjadi setelah lima tahun.
| Hal | IJEPA (Kandidat Careworker) | Tokutei Ginou 1 bidang kaigo |
|---|---|---|
| Jalur masuk | G to G: KP2MI dan JICWELS; agen swasta Jepang tidak boleh memperantarai | Lewat perusahaan/fasilitas penerima di Jepang dan lembaga penyalur berizin |
| Syarat awal | Ijazah keperawatan (atau D3 non-keperawatan + pelatihan careworker), N5 saat daftar, N4 sebelum berangkat, setara N3 saat mulai kerja | Lulus ujian keterampilan kaigo dan ujian bahasa Jepang kaigo, plus JFT-Basic atau JLPT N4 ke atas |
| Izin tinggal | Tokutei Katsudo | Tokutei Ginou (1) |
| Batas masa tinggal | Maksimal 5 tahun bagi kandidat Indonesia yang masuk mulai tahun anggaran 2027; bagi yang sudah masuk, careworker sudah dapat mencapai 5 tahun lewat perpanjangan khusus | Total maksimal 5 tahun |
| Pindah tempat kerja | Pada prinsipnya tidak bisa selama jadi kandidat | Bisa, dalam bidang yang sama, dengan prosedur resmi |
| Membawa keluarga | Tidak bisa selama jadi kandidat; bisa setelah lulus ujian nasional | Tidak bisa |
| Ujian nasional kaigofukushishi | Menjadi tujuan program; ada keringanan ujian dan dukungan belajar resmi | Tidak wajib, tetapi bisa diambil setelah memenuhi pengalaman kerja; jika lulus bisa pindah ke izin tinggal Kaigo |
| Biaya pendampingan | Biaya perantaraan dibayar fasilitas penerima ke JICWELS | Biaya dukungan dilarang dibebankan kepada pekerja, langsung maupun tidak langsung |
Satu kesamaan penting: pada kedua jalur, biaya penempatan dan pendampingan bukan beban Anda. Pada Tokutei Ginou, aturan operasional Badan Imigrasi Jepang menyatakan biaya dukungan wajib ditanggung instansi penerima dan tidak boleh dibebankan kepada pekerja asing, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Biaya resmi, calo, dan cara melindungi diri
Inilah bagian yang paling sering dimanfaatkan calo. Menurut FAQ resmi program G to G Jepang, biaya yang ditanggung pelamar hanya psikotes sebesar Rp250.000 serta BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp532.000 untuk Nurse (3 tahun) dan Rp694.000 untuk Careworker (4 tahun). Biaya medical check up dan tes sputum tahap I dan II, biaya visa, tiket pesawat ke Jepang, serta biaya pelatihan bahasa Jepang di Indonesia dan di Jepang ditanggung pihak Jepang bagi peserta yang lulus dan berangkat; biaya tes kemampuan keperawatan ditanggung Kementerian Kesehatan, dan biaya OPP ditanggung KP2MI. Angka ini berasal dari pengumuman resmi dan bisa berubah, jadi cocokkan selalu dengan pengumuman batch terbaru.
Dari sisi Jepang, materi JICWELS untuk penerimaan tahun anggaran 2026 memperlihatkan bahwa yang membayar adalah fasilitas penerima, bukan kandidat: biaya pendaftaran lowongan 30.000 yen (belum termasuk pajak) per fasilitas — dengan potongan bagi fasilitas yang sudah pernah menerima atau yang mendaftar ke lebih dari satu negara —, biaya perantaraan 131.400 yen (belum termasuk pajak) per orang, biaya pengelolaan masa tinggal 20.000 yen (belum termasuk pajak) per orang per tahun, biaya ke lembaga koordinasi pengirim 4.005.000 rupiah per orang, dan biaya sebagian pelatihan bahasa setelah tiba 360.000 yen (termasuk pajak) per orang, sehingga totalnya sekitar 583.000 yen per orang pada tahun pertama. Jika ada pihak yang meminta Anda menanggung biaya-biaya seperti ini, itu tanda bahaya.
Tanda bahaya lain yang perlu Anda kenali:
- Ada yang menawarkan "jalur cepat", "kuota khusus", atau jaminan pasti berangkat — tidak ada jalur seperti itu; semua pelamar melewati SISKOP2MI dan matching JICWELS
- Ada LPK yang mengaku bermitra resmi dengan KP2MI untuk penempatan G to G — KP2MI menyatakan tidak pernah bekerja sama dengan LPK/LKP mana pun untuk itu (kursus bahasa untuk mendapat sertifikat N5 tetap boleh, tetapi itu urusan terpisah)
- Ada yang meminta uang jaminan, deposit, atau potongan gaji di muka sebagai syarat berangkat
- Ada yang menahan paspor, ijazah asli, atau STR Anda — paspor adalah dokumen pribadi Anda dan tidak boleh ditahan pihak lain
- Anda diminta menandatangani surat kosong, kontrak yang tidak Anda pahami, atau kontrak tanpa rincian upah, jam kerja, dan potongan tempat tinggal
- Anda dijanjikan angka gaji fantastis tanpa dasar; upah sebenarnya tertulis di lembar lowongan dan wajib setara pekerja Jepang pada pekerjaan yang sama
Jika Anda menemukan hal-hal di atas, hentikan prosesnya dan tanyakan langsung ke KP2MI lewat kanal resmi (call center 08001000 dari dalam negeri, atau alamat surel program G to G Jepang yang tercantum pada pengumuman). Menanyakan ulang selalu lebih murah daripada kehilangan tabungan.
Terakhir, satu hal yang perlu jujur kami sampaikan: jalur IJEPA hanya bisa diurus oleh KP2MI dan JICWELS, sehingga tidak ada perusahaan swasta — termasuk kami — yang bisa memperantarai Anda ke program ini. TreeGlobalPartners Inc. bergerak pada penyaluran kerja bagi warga negara asing, dan pelamar tidak pernah dipungut biaya apa pun. Jika Anda mempertimbangkan jalur lain seperti Tokutei Ginou bidang kaigo, kami dapat membantu pencarian tempat kerja secara gratis, sementara urusan izin tinggal dan pendampingan resmi ditangani perusahaan grup kami, Tree Administrative Scrivener Corporation. Silakan hubungi kami lewat halaman kontak jika Anda ingin membandingkan pilihan sebelum memutuskan.
Untuk Pekerja Asing yang Ingin Membangun Karier di Jepang
Layanan TreeGlobalPartners sepenuhnya gratis untuk pekerja asing — tidak ada biaya apapun, tidak ada biaya tersembunyi. Kami mendukung pergantian pekerjaan atau pekerjaan baru yang sesuai di Jepang dengan pemberi kerja terverifikasi. Aplikasi visa, perubahan status, dan prosedur dukungan terdaftar ditangani melalui perusahaan afiliasi grup Tree Administrative Scrivener Corporation, memberikan Anda layanan satu pintu yang sebenarnya.
Konsultasi dengan TreeGlobalPartners →Pertanyaan yang Sering Diajukan
Saya lulusan D3 Kebidanan. Bisakah saya mendaftar program G to G Jepang?
Tidak bisa. FAQ resmi program menyatakan pendidikan minimal adalah D3 Keperawatan. Untuk posisi Careworker, alternatifnya adalah D3 non-Keperawatan yang dilengkapi sertifikat pelatihan careworker dari lembaga pelatihan, sesuai pengumuman batch yang berlaku. Untuk posisi Nurse, selain ijazah keperawatan Anda juga perlu STR dan pengalaman kerja minimal dua tahun sejak tanggal terbit STR.
Apakah sertifikat bahasa Jepang dari program SSW/Tokutei Ginou bisa dipakai untuk mendaftar?
Tidak. Pengumuman resmi KP2MI menyebutkan bahwa sertifikat dari program SSW/Tokuteiginou tidak dapat digunakan sebagai pengganti sertifikat kemampuan bahasa Jepang N5 setara JLPT, maupun sebagai pengganti sertifikat pelatihan careworker. Sertifikat pembelajaran mandiri Minato Japan Foundation juga tidak diakui sebagai pengganti N5, meski bisa menjadi nilai tambah dalam seleksi.
Berapa lama saya boleh tinggal di Jepang sebagai kandidat, dan apa yang terjadi kalau tidak lulus ujian?
Sebelumnya, masa tinggal pada prinsipnya tiga tahun untuk kandidat perawat (empat tahun bila memenuhi kondisi perpanjangan khusus) dan empat tahun untuk kandidat careworker (lima tahun dengan perpanjangan khusus). Setelah protokol perubahan IJEPA berlaku pada 1 Agustus 2026, JICWELS menyatakan kandidat Indonesia yang masuk Jepang mulai tahun anggaran 2027 mendapat masa tinggal maksimal lima tahun. Bagi yang sudah berada di Jepang, lewat keputusan kabinet Februari 2026 kandidat perawat asal Indonesia angkatan tahun anggaran 2022 dan 2023 (angkatan ke-15 dan ke-16) dapat memperoleh satu kali tambahan perpanjangan satu tahun di luar perpanjangan khusus biasa sehingga juga bisa mencapai lima tahun, sedangkan untuk angkatan tahun anggaran 2024 sampai 2026 (angkatan ke-17 sampai ke-19) pemerintah Jepang berencana mempertimbangkan keputusan serupa. Jika belum lulus sampai batas waktu, Anda pulang ke Indonesia, tetapi masih dapat masuk kembali dengan izin tinggal kunjungan singkat untuk mengikuti ujian nasional lagi.
Bolehkah saya membawa suami/istri dan anak ke Jepang?
Selama masih berstatus kandidat, tidak boleh, dan Anda juga pada prinsipnya tidak dapat pindah fasilitas kerja. Setelah lulus ujian nasional dan bekerja sebagai perawat atau kaigofukushishi, izin tinggal Anda dapat diperpanjang tanpa batas jumlah perpanjangan, Anda boleh pindah tempat kerja, dan boleh membawa pasangan serta anak.
Berapa biaya yang harus saya keluarkan sendiri untuk ikut program ini?
Menurut FAQ resmi, pelamar hanya menanggung psikotes Rp250.000 dan BPJS Ketenagakerjaan Rp532.000 (Nurse, 3 tahun) atau Rp694.000 (Careworker, 4 tahun). Medical check up, visa, tiket, dan pelatihan bahasa ditanggung pihak lain. Di sisi Jepang, biaya perantaraan dibayar oleh fasilitas penerima kepada JICWELS. Karena angka ini dapat berubah, periksa pengumuman batch terbaru dan tolak siapa pun yang meminta biaya di luar ketentuan resmi.
Ringkasan
IJEPA adalah program antarpemerintah: pendaftaran hanya lewat SISKOP2MI milik KP2MI, dan JICWELS adalah satu-satunya perantara yang diakui di Jepang.
Dua posisi: Kandidat Nurse (kangoshi) di rumah sakit dan Kandidat Careworker (kaigofukushishi) di fasilitas lansia; keduanya berujung pada ujian nasional Jepang.
Syarat inti: usia maksimal 35 tahun per 31 Mei tahun pendaftaran, ijazah keperawatan, sertifikat N5 setara JLPT; khusus Nurse ditambah STR dan pengalaman 2 tahun.
Pelatihan bahasa 6 bulan di Indonesia (harus mencapai N4) dan 6 bulan di Jepang; JICWELS mensyaratkan setara N4 saat masuk dan setara N3 saat mulai bekerja, dan cakupan pembebasan pelatihan berbeda antara FAQ KP2MI dan materi JICWELS — konfirmasikan lebih dulu.
Protokol perubahan IJEPA berlaku 1 Agustus 2026: masa tinggal kandidat Indonesia menjadi maksimal 5 tahun bagi yang masuk Jepang mulai tahun anggaran 2027, sementara kandidat perawat angkatan tahun anggaran 2022–2023 dapat mencapai 5 tahun lewat tambahan perpanjangan berdasarkan keputusan kabinet Februari 2026.
Kuota ketat: sekitar 300 kandidat careworker Indonesia per tahun (kandidat yang dibebaskan dari pelatihan dihitung di luar kuota), dan hanya 15–18 kandidat perawat per tahun pada 2023–2025.
Berbeda dengan Tokutei Ginou kaigo dalam jalur masuk, syarat, kebebasan pindah kerja, dan hasil akhirnya — jangan tertukar.
Biaya pelamar sangat terbatas menurut aturan resmi; permintaan uang jaminan, potongan gaji di muka, atau penahanan paspor adalah tanda bahaya.
Artikel ini disusun berdasarkan informasi resmi yang tersedia per Agustus 2026 dari KP2MI/BP2MI, JICWELS, Kementerian Kesehatan, Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Jepang, serta Badan Imigrasi Jepang. Persyaratan, jadwal pendaftaran, kuota, dan biaya dapat berubah setiap batch, dan angka dalam mata uang asing hanyalah acuan dari dokumen sumber. Selalu periksa pengumuman resmi terbaru sebelum mengambil keputusan atau membayar apa pun. Program IJEPA hanya dapat diproses oleh KP2MI dan JICWELS; TreeGlobalPartners Inc. tidak memperantarai program ini. TreeGlobalPartners Inc. menyediakan layanan penyaluran kerja bagi warga negara asing tanpa memungut biaya dari pencari kerja, sedangkan permohonan izin tinggal dan pendampingan resmi ditangani perusahaan grup kami, Tree Administrative Scrivener Corporation.
Untuk Pekerja Asing yang Ingin Membangun Karier di Jepang
Layanan TreeGlobalPartners sepenuhnya gratis untuk pekerja asing — tidak ada biaya apapun, tidak ada biaya tersembunyi. Kami mendukung pergantian pekerjaan atau pekerjaan baru yang sesuai di Jepang dengan pemberi kerja terverifikasi. Aplikasi visa, perubahan status, dan prosedur dukungan terdaftar ditangani melalui perusahaan afiliasi grup Tree Administrative Scrivener Corporation, memberikan Anda layanan satu pintu yang sebenarnya.
Konsultasi dengan TreeGlobalPartners →